Ditulis oleh ldkpolsri di/pada September 17, 2008

Suasana Aula KPA Polsri saat jelang Grand Opening SIAP 2008

Kursi yang terbatas membuat sebagian peserta ada yang lesehan

Ustadz Ir. Solihul Fajri dengan semangat memaparkan materi

Bapak Harun,S.Ag pembina LDK juga turut hadir dalam even ini

Tim nasyid sedang unjuk suara di hadapan peserta GO SIAP 2008

Sang pembawa acara M. Wahyudi (Teknik Komputer 2007)
Ditulis dalam Berita | 1 Komentar »
Ditulis oleh ldkpolsri di/pada September 17, 2008
Bagaimana agar saya bisa menjadi mentor yang baik ? apa saja yang harus saya persiapkan dan harus saya pahami ?
Mentor adalah salah satu bentuk kaderisasi dua arah yang bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan da’iyah seorang kader. Pada saat seseorang menyampaikan materi, secara tidak langsung ia juga belajar untuk memahami kembali materi yang ada. Orang bijak pernah berkata, ketika Anda bisa mengajarkan sesuatu kepada orang lain, maka Anda berarti telah memahami sesuatu. Saya sangat sepakat dengan statement ini, dimana seseorang yang menjadi mentor tentu akan menyiapkan dirinya dengan baik.
Proses kaderisasi dua arah ini sangat diharapkan dapat dilakukan oleh semua kader, bagaimana seorang kader dakwah bisa melakukan aktifitas tarbiyah dan dakwah secara bersamaan. Oleh karenanya dibutuhkan pelatihan dan kesempatan untuk mempraktikan menjadi mentor sejak dini dan berkelanjutan.
Dalam beberapa kesempatan saya memberikan materi pada diklat mentor pada beberapa kampus atau SMU, saya menemukan masalah yang kerap ditemukan oleh para mentor pemula. Permasalahan ini seputar, ketidakpahaman materi, kemampuan komunikasi yang terbatas, kepercayaan diri, serta kekhawatiran tidak bisa menjadi mentor yang amanah. Dan, yang membuat saya bingung adalah, kenapa semua alasan ini sering dijadikan sebuah alasan untuk tidak mau menjadi mentor. Penundaan kesiapan ini justru membuatnya tidak menjadi mentor untuk selamanya karena tidak urung memulai.
Pada dasarnya alasan diatas bisa diselesaikan dengan cara yang sangat sederhana. Ketidakpahaman akan materi bisa disolusikan dengan membaca buku referensi yang tepat, saya sangat kagum pada buku Satria Hadi Lubis yang banyak berbicara tentang menjadi mentor yang baik. Selain buku panduan menjadi mentor, buku buku pemahaman diniyah dan wawasan umum perlu juga kita baca. Permasalahan komunikasi bisa diselesaikan dengan latihan berbicara dari lingkup yang kecil, mungkin dimulai dari didepan satu orang saja, lalu didepan 5 orang, dan seterusnya hingga ada keyakinan pada diri untuk berbicara, atau mungkin berbicara di depan cermin dapat menjadi media untuk latihan tambahan. Ketidakercayaan diri juga saat ini bisa dibantu dengan mencoba berpikir positif serta memandang kelebihan diri sebagai sebuah keunggulan. Selain itu berlatih menjadi mentor dengan membina dari yang lebih muda bisa menjadi media latihan yang baik. Sebutlah Anda seorang mahasiswa tingkat 2, maka bisa menggunakan siswa SMU sebagai latihan untuk memberikan materi mentoring. Untuk kekhawatiran bahwa Anda tidak bisa amanah akan apa yang disampaikan, Anda bisa mentekadkan dalam diri bahwa setelah Anda menyampaikan sesuatu, maka Anda akan langsung menjalankannya.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Tips | 2 Komentar »
Ditulis oleh ldkpolsri di/pada September 6, 2008
bagaimana caranya untuk menyeimbangkan antara dakwah dan kuliah ? agar aktifitas kuliah tetap baik dan kinerja dakwah tetap optimal.
Tugas utama seorang mahasiswa adalah belajar. Hal ini perlu kita pahami bersama sebagai sebuah kewajiban yang harus dituntaskan dengan predikat memuaskan. Sebagai seorang muslim yang berdedikasi terhadap pendidikan tentu kita perlu menjadikan hal ini sebagai prioritas. Akan tetapi sebagai seorang kader dakwah, menjaga kinerja dakwah agar tetap optimal dan konsisten juga merupakan tuntutan tersendiri, maka perlu juga perencanaan yang baik untuk menyeimbangkan kedua hal ini.
Ada hal yang unik dari keluhan yang terjadi diantara kader dakwah masa kini, adalah ketika nilai sedang menurun, maka kambing hitam yang paling mudah untuk di tunjuk adalah banyaknya aktifitas dakwah. Hal ini seakan-akan dakwah lah yang membuat nilai Anda jatuh. Hey Brother open up your eyes, apakah betul dakwah yang membuat nilai turun ? jika Anda percaya hal ini, maka Anda tidak percaya janji Allah akan balasan akan amal yang kita lakukan. atau mungkin Anda sudah cukup mengalami disorientasi dakwah sehingga Anda merasa tidak bermanfaat untuk menjalankan dakwah, justru dakwah membuat Anda terpuruk.
Saya bisa memahami pandangan seseorang tentang hal ini, lalu saya bertanya kembali, apakah Anda bisa menjamin tanpa aktifitas dakwah nilai Anda akan meningkat. Saya pernah menantang hal ini ke salah satu kader saya, dan ternyata hasilnya ia hanya mengalami peningkatan IP sebesar 0,1 saja. Kenaikan yang tidak banyak menurut saya, dan tidak sebanding dengan meninggalkan dakwah.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Uncategorized | 2 Komentar »